31/03/13

Cara Mengembangbiakkan Ikan Cupang dalam Kolam Akuarium

Metode terbaik untuk mengembangbiakkan ikan cupang dalam kolam akuarium adalah dengan cara kita menciptakan lingkungan dimana tempat ikan cupang hidup sama seperti dengan habitat aslinya,
diantaranya adalah suhu air yg ideal, kadar PH=7, dll.Berikut ini adalah cara mengembangbiakkan ikan cupang dalam kolam akuarium :
  • Dimulai dengan mengisolasi 2 ekor jantan dan 2 ekor cupang betina dalam satu kolam berisi 3 - 10 galon air atau ketinggian air minimal 5 inci dari dasar kolam dengan suhu antara 80 - 82 F, selama 3 sampai 4 hari. Berikan dalam kolam tersebut tanaman air yg mengapung. jangan lupa berikan batu-batuan untuk tempat persembunyian ikan cupang betina. Jaga air kolam agar tidak menimbulkan riak atau ombak serta jaga kestabilan suhu air.
  • Cupang betina akan menampilkan garis vertikal gelap di tubuhnya, dan ini adalah tanda yang menunjukkan bahwa ia siap untuk bertelur. Entah kenapa ikan cupang selalu berkelahi ketika mereka hendak berkembangbiak. Mungkin hal ini ada kaitannya dengan genetika agar keturunannya unggul.
  • Jika dalam beberapa hari tidak ada gelembung kecil-kecil, ini berarti ada sesuatu yg salah dengan cupang jantan. Dan jika gelembungnya ada tapi tidak berisi telur berarti ada sesuatu yg tidak beres dengan cupang betinanya. Solusinya adalah dengan mengganti salah satu ikan-ikan cupang tsb dengan yg lain.
  • Apabila pasangan cupang sudah cocok, selanjutnya telur akan dihasilkan, kemudian disimpan, dibuahi dan ditempatkan di sarang gelembung. Begitu hal ini terjadi, Anda harus memisahkan cupang betina dari kolam akuarium. Cupang jantan harus tetap dibiarkan untuk merawat keturunannya, dan jangan dipisahkan sampai burayak cupang yg telah menetas tsb dapat berenang bebas.
  • Burayak cupang yg baru menetas akan mendapatkan cukup nutrisi dari kantung kuning telur mereka dan tidak harus diberi makan selama hari pertama. Ketika kantung kuning telur telah habis dikonsumsi, insting mereka akan tertarik dengan benda bergerak di kolam akuarium.
  • Di habitat aslinya, burayak cupang akan makan mikro organisme dan ketika burayak cupang setelah berumur beberapa hari, anda bisa mulai memberi mereka kutu air, makan udang air asin yang baru menetas, cacing sutra atau jentik nyamuk.
Demikian cara mengembangbiakan ikan cupang dalam kolam akuarium. semoga berguna.

Cara Membuat Umpan Mancing Ikan Mas Bawal Patin Nila

Cara membuat umpan mancing ikan mas, bawal, patin atau nila yang akan saya uraikan disini yaitu berbentuk roti kukus. Dari sekian jenis umpan mancing yang ada, sengaja saya pilihkan ini karena relatif mudah dalam pembuatannya, lebih disukai, serta tahan sampai 3 hari. Bagi anda yg hobi mancing mas, bawal, patin, lele, berikut ini langkah-langkah cara pembuatan umpan mancing mas, bawal, nila, patin, lele yg harus anda ikuti dengan baik :
  • Kocok kuning telur dan putih telur itik sampai lumat dan berbuih.
  • Tambahkan berturut-turut tepung ikan, terigu, tepung susu, dan bahan perangsang nafsu makan (feeding stimulant) seperti tepung cumi-cumi, tepung udang atau tepung daging kerang-kerangan. Proses pencampuran dilakukan sambil terus mengaduk-aduk dan beri air sedikit demi sedikit.
  • Kukus sampai masak seluruh adonan yg telah tercampur merata dan lumat selama 30 menit.
  • Lakukan pengecekan untuk mengetahui adonan sudah masak atau belum, tusuk adonan tersebut dengan lidi. Apabila lidinya diangkat masih ada sisa-sisa adonan yang menempel, berarti adonan tersebut belum masak. Apabila tidak ada yg menempel lagi, berarti adonan sudah siap untuk dijadikan umpan mancing mas, patin, bawal, lele dan nila.
  • Angkat dan dinginkan dengan hembusan kipas angin agar roti yg sudah masak tidak panas.
Selamat mencoba tips cara membuat umpan mancing ikan mas bawal patin nila bentuk roti. Kalau mancingnya dapet banyak kirim-kirim ya

Bentuk atau Jenis Pakan Buatan Ikan Peliharaan Air Tawar

Macam-macam bentuk serta jenis pakan buatan untuk ikan peliharaan air tawar sebetulnya banyak sekali. Namun secara umum dapat kita golongkan menjadi 3 golongan, yaitu: pakan kering, lembab dan basah.
Bentuk Pakan Kering
Pakan kering dapat dibuat dalam bentuk pelet, remah (crumble), butiran (granular), tepung(meal atau mash), dan lembaran (flake). Pelet dapat dibuat dalam beragam bentuk dan jenis, seperti batang, bulat atau gilik (bulat memanjang). Ukuran panjang dan diameternya disesuaikan dengan ukuran ikan peliharaan yg akan diberi makan. Ukuran pelet berkisar antara 3 - 3,5 mm. Daya tahan atau kekerasan pelet dipengaruhi oleh bahan baku, cara membuatnya dan penggunaan perekatnya. Bentuk remah, butiran dan tepung sebenarnya berasal dari pelet yg digiling lalu diayak dgn mata ayakan tertentu sesuai dengan bentuk yg diinginkan.
Bentuk Pakan Lembab
Bentuk Pakan lembab dapat berupa bola atau bakso, dan roti kukus (cake). Sebelum diumpankan untuk burayak, roti kukus tadi dihancurkan didalam air sambil disaring dengan ukuran mata saringan tertentu sehingga menjadi bentuk suspensi. Jenis pakan lembab berbentuk bakso cocok untuk salam. Untuk pakan basah umumnya berbentuk bubur atau pasta (paste). Berikut ini tabel Bentuk atau Jenis Pakan Buatan untuk Ikan Peliharaan Air Tawar


Bentuk pakan ikan
Bentuk pakan basah bisa juga berbentuk larutan suspensi. Jenis pakan buatan ini diperuntukkan bagi makanan burayak.

Usaha Mencegah Penurunan Kadar Oksigen dalam Air Kolam

Penurunan kadar Oksigen dalam air kolam berpengaruh terhadap pemberian pakan. Apabila kadarnya kurang dari 6 ppm maka nafsu makan ikan dapat hilang. Turunnya kadar Oksigen dalam air kolam dapat disebabkan oleh berbagai macam hal antara lain adanya proses pembusukan, air tidak mengalir, penghuni kolam yg terlalu padat serta kenaikan suhu. Sehingga pakan yg akan dimakan akan berkurang. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penurunan kadar Oksigen dalam air kolam antara lain adalah :

  1. Memasukkan air baru dan membuang air yg lama terutama didasar air kolam.
  2. Mempertahankan kedalaman air kolam
  3. Mencegah terjadinya pengotoran air kolam
  4. Memasukan udara segar melalui aerasi
  5. Melakukan pengadukan (agitasi)
Semoga dengan Usaha Mencegah Penurunan Kadar Oksigen dalam Air Kolam ini, dapat memberikan solusi yang baik dalam menjaga kualitas air kolam, meningkatkan kadar oksigen serta bagi peningkatan usaha budidaya lele, patin, mas, bawal, nila Anda ...Mantap!

Pemberian | Penggunaan Pakan Ikan Buatan dgn Baik dan Benar

Pemberian | penggunaan pakan buatan untuk ikan harus dilakukan secara benar dan hati-hati supaya pertumbuhannya dapat berlangsung optimal. Dengan demikian diharapkan tidak akan terjadi pemborosan. Penggunaan pakan buatan dipengaruhi oleh faktor cara pemberiannya, frekuensi pemberian, jumlah ransum perhari, suhu air dan keadaan lingkungan.

Cara Pemberian Pakan
Untuk burayak dan benih yang masih kecil, pakan diberikan dengan menyebarkannya secara merata diseluruh permukaan air. Apabila makanan berbentuk larutan maka pemberiannya dilakukan dengan alat penyemprot (sprayer). Pakan ikan yang berbentuk tepung dan remah dapat diberikan dengan cara ditaburkan menggunakan tangan pada tempat dan waktu yg sama (tetap). Tempat pemberian pakan sebaiknya ditetapkan didekat pintu pengeluaran air agar ikan terbiasa untuk menunggu makanannya di tempat tersebut pada waktu yg telah ditentukan, selain itu sisa-sisa pakan yg tidak termakan, tidak tersebar kemudian membusuk di seluruh kolam. Pakan buatan diberikan secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit sesuai kebiasaan makannya. Apabila kira-kira sepertiga dari jumlah ikan-ikan yg ada sudah tidak mau lagi menyambar makanan yg dilemparkan maka pemberiannya segera dihentikan.
Frekuensi Pemberian Pakan Ikan
Frekuensi pemberian pakan untuk burayak dan benih harus lebih sering dilakukan, yaitu kurang lebih 6 kali sehari. Untuk ikan-ikan besar yang pakannya sudah berbentuk pelet sebaiknya diberikan sebanyak 4 kali sehari. Tenggang waktu antara pemberian pakan yg pertama dgn yg berikutnya sekitar 2 jam dan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi dan sore hari. Apabila pakannya hanya sebagai tambahan saja, cukup 2 kali sehari.
Jumlah Ransum Harian
Untuk burayak atau benih ikan relatif membutuhkan ransum harian lebih banyak yaitu sekitar 7% dari beratnya. Sedangkan untuk yg sudah berumur lebih dari 120 hari, dapat diberikan pelet. Jumlah ransum hariannya berkisar antara 1 - 4 % dari berat badannya.
Faktor Lingkungan
Keadaan lingkungan seperti suhu air dan kadar oksigen sangat berpengaruh terhadap pemberian pakan. Suhu air yg terlalu rendah atau terlalu tinggi mengakibatkan nafsu makan akan terganggu sehingga pakan yg diberikan banyak yg tidak termakan. Demikian pula jika kadar oksigen dalam air menurun. Dengan Pemberian | Penggunaan Pakan Ikan Buatan dgn Baik dan Benar, semoga dapat meningkatkan usaha Anda